Rabu, 11 Juni 2014

DATA MOVEMENT AND DISTRIBUTION DATABASE

Proses data movement  adalah memindahkan (dapat diakatakan membackup juga) data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan lain – lain ketempat baru. Tempat baru ini bisa ke dalam database baru atau memang untuk dibackup saja.
ada 2 tipe data movement: 
Load & Upload = difokuskan untuk memindahkan data yang berupa indeks atau data itu sendiri alias isi dari database tersebut
Export & Import = memindahkan data secara lengkap, mulai dari grand, schema, dan seluruhnya

Load 
Digunakan untuk memuat data ke dalam tabel
Selain itu digunakan untuk menambah baris baru ke dalam sebuah tabel atau menempatkan kembali (replace) baris yang sudah ada ke dalam sebuah tabel.

Export
Untuk dapat melakukan operasi export maka dibutuhkan hak akses minimal select pada tabel atau view yang hendak di export.
Dalam melakukan export, kita harus memberikan perhatian khusus terhadap LBAC (Label Base Acces Control)
Distribution Database
ΕΎSuatu basis data yang berada di bawah kendali sistem manajemen basis data (DBMS) terpusat dengan peranti penyimpanan (storage devices) yang terpisah-pisah satu dari yang lainnya yang terhubung dengan jaringan.

 SIFAT DATABASE DISTIBUTION

Homogenous artinya suatu database terdistribusi dimana data di distribusikan pada beberapa komputer dengan menggunakan DBMS(database management system) yang sama.
Heterogenous adalah kebalikan dari Homogenous dimana data di sebarkan dengan menggunakan DBMS yang berbeda.

Senin, 12 Mei 2014

Disaster panning

Disaster Planning adalah Perencanaan untuk pengelolahan secara rasional dan cost-effective bencana terhadap sistem informasi yang akan dan telah terjadi.
Tujuannya adalah Meminimumkan resiko dan optimalisasi kesinambungan entitas dalam menghadapi risiko bencana.
Tahapan dalam emergency management :
  • pengamanan
  • pemulihan
  • rehabilitasi 
  • rekontruksi
  • peringatan dini
  • ancaman 
location natural disaster adalah 
  • pengenalan letak geografis penempatan database 
  • setelah pengenalan letak di identifikasi maka direncanakan antisipasi bencana yang akan terjadi dan penanggulangannya jika telah terjadi sehingga dampak yang dirasakan dapat diminimalkan
disaster recovery plan 
merupakan sebuah prosedur penyelamatan dan pemulihan khususnya fasilitas IT dan sistem informasi yang berisikan tindakan-tindakan konsisten yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah adanya kejadian (bencana) yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi.

DATA AND STORAGE MANAGEMENT

Storage management adalah manajemen media penyimpanan(oracle) yang digunakan dalammenggambarkan proses-prosesnya, dan kebijakan digunakan untuk mengelola jaringan penyimpanan dan layanan penyimpanan seperti virtualisasi, replikasi, mirroring, keamanan, kompresi, analisis lalu lintas, dan layanan lainnya. Ungkapan Storage management juga mencakup teknologi penyimpanan lainnya, seperti otomatisasi proses, manajemen penyimpanan dan real-time produk infrastruktur, dan penyediaan penyimpanan.

Semua DBMS mengandalkan file data untuk menyimpan data, dan file-file, atau set data, beradapada media penyimpananatau perangkatManajemen penyimpanan merupakan bagian pentingdari operasi database yang diperlukan dari DBA. Biasanyapenyimpanan berarti disk drive tetapatau subsistem disk, tetapi penyimpanan juga dapat berarti penyimpanan nonvolatile, solid state disk, removable storage, penyimpanan optikatau perangkat tape.
Sejak penawaran DBA dengan sistem manajemen database yang menyimpan data, sebagian daripekerjaan DBA akan melibatkan perencanaan untuk penyimpanan data aktual database. Hal initelah menjadi bagian dari pekerjaan DBA, seorang DBA harus ahli dalam mengoperasioanalkanDBMS dan memanjemen penyimpanan data. Selain itu, DBA harus memahami cara dan  konsepdata yang ada dalam database.


Kegiatan manajemen data mencakup :

1.Pengumpulan data
2.Integritas dan Pengujian
3.Penyimpanan
4.Pemeliharaan
5.keamanan
6. Organisasi
7. Pengambilan

Senin, 05 Mei 2014

SECURITY DATABASE

Adalah suatu mekanisme untuk memproteksi/melindungi database terhadap ancaman yang disengaja nataupun tidak disengaja.
Penyalahgunaan Database : 
  •  Tidak Disengaja 
•kerusakan selama proses transaksi
•anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren(bertentangan)
•anomali yang disebabkan oleh pendistribusian data pada beberapa komputer
•logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database.  
           Disengaja
Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.

Kesalahan Internal :




Mekanisme keamanan data :
•Otorisasi
•Tabel View
•Backup data dan recovery
•Kesatuan data dan Enkripsi

Senin, 31 Maret 2014

DATABASE PERFORMANCE part 2

Teknik dalam Optimasi Database :
  • Partitioning
  • Denormalization
  • Clustering
  • Free Space
  • Raw Partitioning VS File System
  • Indexing
  • Interleaving Data
  • Compression
  • File Placement & Allocation
  • Page Size
  • Reoganization
       1.Partitioning : sebuah teknik untuk menempatkan data-data table atau index yang berbentuk page ke dalam partisi-partisi yang terpisah di dalam sebuah atau beberapa filegroup.
      2.Denormalization :Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.
      Proses denormalisasi termasuk :
  •          Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join
  •          Mereplikasi/menduplikat data pada tabel
3.Clustering adalah bermakna menggolongkan data atau membagi satuan data yang besar ke dalam satuan data yang lebih kecil yang memiliki kesamaan.
4.Free space : merupakan ruang kosong pada satu tablespace atau index yang dapat mengurangi frekuensi reorganisasi, mengurangi contention (kres), dan meningkatkan efisiensi proses input data.
5.Raw Partitioning vs File System : Merupakan pilihan apakah akan menyimpan data yang ada dalam database ke dalam file OS yang dikontrol atau tidak
6.Indexing : Indeks dibangun untuk membuat pernyataan SQL dalam program aplikasi berjalan lebih cepat.
7.Interleaving Data : Merupakan bentuk khusus dari clustering.
8.Compression : Merupakan teknik pengecilan ukuran data yang akan mengoptimalkan kinerja scan data yang berurutan dan meningkatkan kemungkinan data yang berada dalam cache.
9.File Placement dan Allocation : Pola akses yang terkait dengan data dalam sistem dan memisahkan file-file yang sering diakses secara bersama-sama.
10.Page Size : Merupakan ukuran halaman database yang digunakan
11.Reorganization : Memodifikasi data dengan cara meminimalisasi syntax yang digunakan.

Senin, 24 Maret 2014

DATABASE PERFORMANCE MANAGEMENT

Performance Management adalah suatu kemampuan dalam menanggapi kinerja sebuah aplikasi, server, jaringan, dekstop, maupun database itu sendiri. Tujuannya Mengoptimalkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan melewatkan data, memperkecil terjadinya crash dalam suatu proses serta menangani beban.


Faktor yang mempengaruhi kinerja database:
Workload (Beban Kerja) : Seperti transaksi online, analisis data warehouse, dan sistem command yang datang beberapa kali.
Throughput : Merupakan kemampuan sebuah computer dalam memproses data.
Resources (Sumber Daya) : Contohnya : Software and Hardware.
Optimization (Optimasi) : Optimasi database, memformula query.
Contention (Kres) : Yaitu kondisi di mana dua atau lebih komponen dari beban kerja sedang mencoba untuk menggunakan satu sumber daya dengan cara yang bertentangan


Performance management terdiri dari :
  1. monitoring
  2. tunning
  3. management

Monitoring
1. Cek jaringan komputer yang dipakai bermasalah atau tidak? Cari bottlenecknya
2. Apakah koneksi internet cepat dan stabil?
3. Mengecek waktu terjadinya downtime.
4. Ukuran Database, semakin besar semakin lambat.
5. DBMS yang dipakai
6. Cek berapa usage processor server
7. Cek berapa pemakaian memory di server
8. Mengecek apakah server atau client yang menyebabkan lambat
9. Coba eksekusi query yang sama di clientnya DBMS yang dipakai, cepat atau lambat
10. Spesifikasi komputer server dan client
11. Menghapus data-data yang tidak terpakai (backup 
      dulu)

Tuning
Tuning aplikasi database dapat dipecah menjadi tiga komponen, Yaitu :
•System Tuning
DBMS harus bisa di seting agar bisa menjamin performa sistem tetap optimal
•Database Tuning
Lokasi fisik dari file database dapat mempengaruhi performa aplikasi dalam mengakses data ke database
•Application Tuning
Tidak semua masalah aplikasi disebabkan oleh penulisan SQL yang tidak sesuai

Performance Tuning Tools:
•Performance Monitors
•Realtime, Interval, and Historical Trends
•Performance Estimation Tools
•Estimasi kinerja prediktif
•Capacity Planning Tools
•What if
•SQL Analysis and Tuning Tools
•Eksekusi SQL Single atau Seluruh Program

Senin, 17 Maret 2014

DATA AVAILABILITY

Ketersediaan adalah kondisi di mana sumber daya yang diberikan dapat diakses oleh para konsumen. Ketersediaan dan kinerja berbeda dan harus diperlakukan oleh DBA sebagai isu yang terpisah.

Availability terdiri dari manageability, recoverability, reliability, and serviceability.




















Data Availability dipengaruhi oleh :

•Bentuk Relasi tabel data
•Hak akses user
•Tersedia bandwidth antara perangkat dan koneksi jaringan media
•Mekanisme untuk ketersediaan tinggi ,keamanan data dan aksesibilitas
•Prioritas dan jenis data yang akan dibuat
•Jenis file system
•Jenis penyimpanan / pengambilan perangkat atau media termasuk hardware dan software
•Service Level Perjanjian antara entitas yang bertanggung jawab dan dipengaruhi
•Disaster Recovery 


Permasalahan dalam Data Availability 

  1. Kehilangan pusat data
  2. Masalah dalam jaringan
  3. Hilangnya perangkat keras dari server
  4. OS rusak
  5. Software DBMS rusak
  6. Aplikasi bermasalah

Sumber : Slide Materi pertemuan 4

Senin, 10 Maret 2014

DATABASE CHANGE MANAGEMENT

Manajemen perubahan database adalah Sebuah kondisi dimana organisasi perlu untuk melakukan siklus hidup pada apikasinya, organisasi akan perlu untuk memperthankan beberapa salinan dari sebuah aplikasi database untuk berbagai keperluan seperti pengembangan, pementasan, produksi, produksi, dan pengujian .

Faktor-faktor yang menyebabkan berubahnya Database

  • Perubahan untuk program aplikasi yang memerlukan  tambahan atau diubah unsur data
  • Modifikasi Kinerja untuk membuat aplikasi database berjalan lebih cepat
  • Regulasi perubahan yang menyimpan tipe data baru, atau yang data yang sama untuk jangka waktu yang lebih lama
  • Perubahan yang membutuhkan tipe data baru
  • Teknologi yang memungkinkan perubahan database untuk menyimpan jenis data baru dan data lebih dari sebelumnya

Jenis Perubahan 

  • Perubahan Struktur Database
  • Perubahan Teknologi atau komponen Hardware

Dampak Perubahan Pada Struktur Database



  •  Ketika kebutuhan data organisasi berubah, database digunakan untuk menyimpan data juga harus berubah.
  • Jika data tidak dapat diandalkan dan tidak tersedia, sistem tidak melayani kebutuhan bisnis
  • Pengaruh DROP Cascading merumitkan pekerjaan mengubah skema database.
  • Yang diperlukan tidak hanya gagal-aman, tetapi juga otomatis, efisien, dan mudah digunakan.
Sumber : Slide Materi pertemuan 3 (Database Change Management)

Kamis, 27 Februari 2014

Kamis, 20 Februari 2014

DBA pertemuan 1

Database administrator adalah orang/operator yang mendesain, memelihara dan memantau database, memastikan fungsi operasional database organisasidapat berjalan dengan efisien

Strategi seorang Database Administrator

  • perbanyak preventif action
  • monitoring rutin (Harian, mingguan, bulanan)
  • Antisipasi pengembangan data
  • implementasi, keamanan database
  • audit database rutin

Tugas seorang DBA

Sumber : wikipedia.com